Sabtu, 24 November 2012

http://goo.gl/maps/R9JH1

https://maps.google.com/maps/ms?msid=217170989131432912398.0004cf3eae1e38da03ab3&msa=0&ll=-10.172655,123.565807&spn=0.001885,0.002411

Senin, 19 November 2012

Senin, 12 November 2012

Renungan Harian Air Hidup: MEWASPADAI ISI HATI (2)

Renungan Harian Air Hidup: MEWASPADAI ISI HATI (2): Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 12 November 2012 - Baca:  Mazmur 73:1-28 "Sesungguhnya Allah itu baik bagi mereka yang tul...

Minggu, 04 November 2012

Sabtu, 03 November 2012

June Merylin: Dampak Buruk Nikah di Usia Muda

June Merylin: Dampak Buruk Nikah di Usia Muda: Dampak Buruk Nikah di Usia Muda Resiko Dini - Anda ingin nikah muda? Well, anda harus berhati-hati dengan yang namanya pernikahan dini. ...

Jumat, 26 Oktober 2012

Kumpulan Jurnal Imiah: Kumpulan Jurnal Ilmiah

Kumpulan Jurnal Imiah: Kumpulan Jurnal Ilmiah: Selamat datang di blog kumpulan jurnal ilmiah . Blog ini dibuat untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa, mahasiswi, dosen, pengajar, atau siapa s...

Kamis, 25 Oktober 2012

Kriwil Style: Maaaauu

Kriwil Style: Maaaauu: Yuhu, ketemu lagi sama gue, mau ngepost tentang hoby gue yang tertunda nih. Yeyoow   Tanpa musik hidup gue hambar, gak berwarna, gak berasa....

Kriwil Style: Kau Selamanya

Kriwil Style: Kau Selamanya: AQB RMD   Hanyalah dirimu yang selalu ada di hidupku Hanyalah dirimu yang selalu hadir di mimpiku Hanyalah dirimu yang selalu ada di hatik...

Minggu, 07 Oktober 2012

Sabtu, 06 Oktober 2012

 


                                      Mengurai Kontroversi Supersemar


By waNgo nBs on 06/10/2012


Kontroversi Surat Perintah 11 Maret 1966 atau Supersemar, terutama menyangkut tiga hal, masih belum menemukan titik terang.


Ketiga hal itu adalah pertama, mengenai teks. Kedua, terkait proses mendapatkan surat itu. Ketiga, mengenai interpretasi isi perintah itu.


Naskah asli Supersemar sendiri hingga sekarang belum ditemukan. Keluarnya surat itu tidak bisa dilepaskan dari rangkaian peristiwa yang terjadi sebelumnya. Presiden Soekarno memiliki penafsiran berbeda dengan kelompok Soeharto.


Dokumen yang tersimpan di Arsip Nasional Republik Indonesia terdiri dari beberapa versi. Namun, sebenarnya perbedaan antarnaskah, misalnya mengenai tempat penandatanganan—apakah Jakarta atau Bogor—tidak mengubah substansinya. Demikian pula jumlah halaman surat perintah itu—satu atau dua halaman—itu hanya soal teknis.


Sudharmono mengatakan, surat itu digandakan atau difotokopi. Namun, ternyata hal itu dibantah Moerdiono yang menegaskan, surat itu dironeo (distensil).


Tampaknya awal tahun 1966 belum ada mesin fotokopi di Ibu Kota. Dengan demikian, surat itu distensil. Jika itu yang terjadi, berarti naskah diketik ulang. Maka tidak aneh jika terdapat berbagai perbedaan. Bahkan, logo burung Garudanya terlihat seperti digambar dengan tangan.


Ketika biografi Jenderal Jusuf diterbitkan setelah ia meninggal, masyarakat berharap menemukan titik terang. Ternyata Supersemar yang dilampirkan bukanlah yang asli, paling tidak demikian menurut Kepala Arsip Nasional, karena logo yang digunakan Garuda Pancasila, padahal lambang kepresidenan adalah padi kapas.


Minimal kita berharap, draf pertama surat itu, draf kedua yang sudah ditulisi komentar Soebandrio beserta tembusan ketiga dari teks asli (yang tidak ditandatangani Presiden) yang semuanya dimiliki Jenderal Jusuf dapat diserahkan kepada pemerintah.


Di bawah tekanan


Aspek kedua yaitu proses memperoleh surat itu perlu dijelaskan kepada masyarakat, terutama kepada para siswa. Surat itu diberikan bukan atas kemauan atau prakarsa Presiden Soekarno. Surat itu diberikan di bawah tekanan, seperti terlihat dari rangkaian peristiwa berikut ini.


Tanggal 9 Maret 1966 malam, Hasjim Ning dan M Dasaad, dua pengusaha yang dekat dengan Bung Karno, diminta Asisten VII Men/Pangad Mayjen Alamsjah Ratu Perwiranegara untuk membujuk Presiden Soekarno agar menyerahkan kekuasaan kepada Soeharto. Pada malam itu juga, keduanya mendapat surat perintah yang ditandatangani sendiri oleh Men/Pangad Letjen Soeharto yang menyatakan bahwa mereka adalah penghubung antara Presiden Soekarno dan Men/Pangad.


Hasjim Ning dan M Dasaad berhasil bertemu dengan Presiden Soekarno pada 10 Maret 1966 di Istana Bogor. Hasjim Ning menyampaikan pesan tersebut. Bung Karno menolak. Dengan amarah, Bung Karno berkata, ”Kamu juga sudah pro-Soeharto!”


Dari sini terlihat bahwa usaha membujuk Soekarno telah dilakukan, lalu diikuti dengan mengirim tiga jenderal ke Istana Bogor. Pagi 11 Maret 1966 dilangsungkan sidang kabinet di Istana yang dikepung oleh demonstrasi mahasiswa besar-besaran serta didukung pasukan tertentu. Hal itu mengagetkan Presiden yang memutuskan untuk menyingkir ke Istana Bogor.


Brigjen Kemal Idris saat itu mengerahkan sejumlah pasukan dari Kostrad dan RPKAD untuk mengepung Istana. Tujuan utamanya adalah menangkap Soebandrio yang berlindung di kompleks Istana. Memang pasukan-pasukan itu mencopot identitas mereka sehingga tak mengherankan Komandan Tjakrabirawa Brigjen Sabur melaporkannya sebagai ”pasukan tidak dikenal” kepada Bung Karno. Letjen Soeharto sendiri tidak hadir dalam sidang kabinet dengan alasan sakit. Bila dia ada, tentu Bung Karno akan memerintahkannya untuk membubarkan demonstrasi gabungan mahasiswa-tentara itu.


Sebetulnya banyak faktor yang terjadi sebelum 11 Maret 1966 yang semuanya menjadikan semacam ”tekanan” terhadap Presiden Soekarno. Dan, puncak dari tekanan itu datang dari ketiga jenderal itu. Bila tidak ada demonstrasi dari mahasiswa dan pasukan tak dikenal yang mengepung Istana, tentu peristiwa keluarnya Supersemar di Bogor tidak/belum terjadi.


Tafsir berlawanan


Bagi Presiden Soekarno, surat itu adalah perintah pengendalian keamanan, termasuk keamanan Presiden dan keluarganya. Namun, sebenarnya ia ”kecolongan” dengan membubuhkan frase ”mengambil segala tindakan yang dianggap perlu” dalam surat tersebut. Padahal, perintah dalam militer harus tegas batas-batasnya, termasuk waktu pelaksanaannya.


Menurut Bung Karno, surat itu bukanlah transfer of authority. Amir Machmud yang membawa surat itu dalam perjalanan dari Bogor ke Jakarta langsung berkesimpulan bahwa itu adalah pengalihan kekuasaan.


Dengan surat itu, Soeharto mengambil aksi beruntun pada Maret 1966, membubarkan PKI, menangkap 15 menteri pendukung Soekarno, memulangkan Tjakrabirawa (yang terdiri dari sekitar 4.000 anggota pasukan yang loyal kepada Presiden), dan mengontrol media massa di bawah Pusat Penerangan Angkatan Darat (Puspen AD). Tindakan Soeharto ini tidak lain mengakhiri dualisme kekuasaan yang telah terjadi pasca-Gerakan 30 September.


Dualisme kekuasaan itu tampak jelas dalam kasus penghentian rencana nasionalisasi perusahaan asing akhir 1965. Tanggal 15 Desember 1965, dengan naik helikopter Soeharto menuju Istana Cipanas tempat pertemuan yang dipimpin Waperdam Chaerul Saleh dengan agenda pengambilalihan Caltex. Soeharto turun dari helikopter dan berseru, ”AD tidak setuju nasionalisasi Caltex”. Lalu, ia langsung meninggalkan tempat dan kembali ke Jakarta. Peristiwa dramatis itu sungguh menunjukkan adanya dua pimpinan nasional saat itu karena dalam kasus ini jelas Soeharto tidak bertindak atas perintah Presiden Soekarno.


Pelajaran yang dapat diambil dari keluarnya Supersemar ini adalah pada masa mendatang hendaknya pergantian kekuasaan presiden berlangsung melalui pemilihan umum yang demokratis (dan damai), bukan dengan ”kudeta merangkak” yang menyakitkan.


Asvi Warman Adam Ahli Peneliti Utama LIPI


Sumber: Kompas, 11 Maret 2009


Minggu, 02 September 2012

Renungan Harian Air Hidup: RANCANGAN TUHAN BAGI KITA (2)

Renungan Harian Air Hidup: RANCANGAN TUHAN BAGI KITA (2): Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 2 September 2012 - Baca:  Mazmur 8:1-10 "Engkau membuat dia berkuasa atas buatan tangan-Mu...




Tuhan Yesus Memberkati :)

Sabtu, 01 September 2012

Kamis, 30 Agustus 2012

Renungan Harian Air Hidup: PEKERJAAN SEBAGAI SARANA MELAYANI!

Renungan Harian Air Hidup: PEKERJAAN SEBAGAI SARANA MELAYANI!: Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 30 Agustus 2012 - Baca:  2 Tesalonika 3:1-15 "Sebab, juga waktu kami berada di antara kamu.......syalooommmmmmm..Tuhan Yesus Memberkati.

Sabtu, 25 Agustus 2012

Senin, 20 Agustus 2012

Selasa, 14 Agustus 2012

Senin, 13 Agustus 2012

Renungan Harian Air Hidup: PERKATAAN KITA BERKUASA!

Renungan Harian Air Hidup: PERKATAAN KITA BERKUASA!: Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 13 Agustus 2012 - Baca:  Amsal 12:1-28 "Setiap orang dikenyangkan dengan kebaikan oleh kar...

Minggu, 12 Agustus 2012

Selasa, 24 Juli 2012

Renungan Harian Air Hidup: ORANG KAYA SUKAR MASUK SORGA? (2)

Renungan Harian Air Hidup: ORANG KAYA SUKAR MASUK SORGA? (2): Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 24 Juli 2012 - Baca:  Lukas 12:13-21 "Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan h...

During my time here ...: No panty day ?

During my time here ...: No panty day ?: Clearly my favorite day of the year, not that i was so aware of it, however it seems every occasion is getting its own day, it would only ...
jw qoepUnk 23

rpp dan silabus jw23 #2

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Nama Sekolah : SMA Kelas / Semester : XI/I Program : IPS Mata Pelajaran : Sejarah Pertemuan : II (1 x 45 menit A. STANDAR KOMPETENSI 1. Menganalisis perjuangan Bangsa Indonesia dari tradisional, kolonial, pergerakan kebangsaan, hingga terbentuknya negara kebangsaan sampai proklamasi kebangsaan Indonesia B. KOMPETENSI DASAR 1.2. Membandingkan perkembangan masyarakat Indonesia dibawah penjajahan dari masa VOC sampai pemerintahan Hindia Belanda, Inggris, sampai pemerintahan pendudukan Jepang. C. INDIKATOR  Menjelaskan latar belakang masuknya bangsa Eropa ke Indonesia.  Mendeskripsikan proses perkembangan kekuasaan Bangsa Eropa di Indonesia.  Menjelaskan pengertian masuknya Jepang ke Wilayah Indonesia.  Mendeskripsikan penjajahan Jepang di Indonesia.  Menjelaaskan pengertian organisasi bentukan Jepang. D. TUJUAN PEMBELAJARAN  Siswa mampu menjelaskan latar belakang masuknya bangsa Eropa ke Indonesia.  Siswa mampu mendeskripsikan proses perkembangan kekuasaan Bangsa Eropa di Indonesia.  Siswa mampu menjelaskan pengertian masuknya Jepang ke Wilayah Indonesia.  Siswa mampu mendeskripsikan penjajahan Jepang di Indonesia.  Siswa mampu menjelaaskan pengertian organisasi bentukan Jepang.  E. MATERI PEMBELAJARAN  Perkembangan kolonialisme dan Imperialisme barat di Indonesia.  Zaman pendudukan jepang di Indonesia URAIAN  Perkembangan kolonialisme dan imperalialisme barat di indonesia Kata ‘KOLONIi’berasal dari bahasa latin ‘COLONIA’yang artinya tanah,tanah pemukiman atau tanah jajahan.namunsecara konseptual ‘KOLONIALISME’adalah penjajahan atau penguasaan terhadap suatu daerah dan suatu bangsa oleh bangsa lain. Kolonialisme muncul pasca revolusi industri ;sebuah akibat dari adanya hasrat untuk mencari sumber daya alam yang banyak seperti afrika dan asia termsuk indonesia untuk bahan industri. Bermula dari kepentingan berdagang,bangsa-bangsa eropa mulai mengklaim daerah yang didatangi sebagai miliknya.hal ini dipertegas dengan adanya perjanjian zaragosa antara portugis dan spanyol kata ‘ IMPERALISME’ berasal dari kata ‘IMPERATOR’yang artinya memerintah.dapat juga berasal dari kata ‘IMPERIUM’ yang berarti sebuah kerajaanyang besar dengan memiliki daerah jajahan yang luas. Namun secara umum pengertian IMPERALISME adalah suatu sistim penjajahan langsung dari suatu negara terhadap negara lainnya dan dilakukuan melakukan pemerintah jajahan atau dengan menanamkan pengaruh pada semua bidang kehidupan di daerah jajahan. Imperalisme kuno berlangsung sebelum terjadinya revolusi industri dengan tujuan adalah mencapai kejayaan(glory)memiliki kekayaan(gold)dan menyebarkan agama(gospel) Imperalisme modern di sebabkan/dilatar belakangi oleh keinginan negara penjajah mengembangkan perekonomiannya dengan cara menguasai negara lain  Zaman pendudukan jepang di indonesia Jepang tiba di indonesia pada 11 januari 1942 di tarakan kalimantan timur.gerakan pasukan di ikuti dengan upaya propaganda 3A (Nippon Cahaya Asia,Nippon Pelindung Asia,Nippon Pemimpin Asia).hal ini membuat bangsa indonesia menjadi senang dan timbulnya rasa simpati rakyat terhadap jepang yang ingin lebih baek dari pada bangsa belanda yang telah membuat sengsara rakyat.oleh karena itu dengan propaganda 3A itu bangsa indonesia itu juga mempercayai jepang yang sejak semula sudah membicarakan kemerdekaan bangsa asia.namun dalam kenyataannya jepang tidak berbeda dengan bangsa belanda.mereka menjajah dan mengeruk kekayaan alam indonesia, mereka menindas dan menfaatkan tenaga rakyat indonesia untuk kepentingan perangnya.dan jepang juga mengutamakan atas sumber-sumber bahan mentah untuk industri perang dan memonopoli semua perdagangan.tidak hanya itu saja selama masa pendudukan jepang seluruh kegiatan rakyat dicurahkan untuk memenuhi kebutuhan jepang.kehidupan perekonomian indonesia sangat memperhatinkan, rakyat indonesia banyak yang dijadikan tenaga kerja paksa yang dikirim ke luar negeri. Seelain itu jepang membagi indonesia atas 3 wilayah militer jepang juga melakukan beberapa langkah untuk memperkuat posisinya di indonesia diantaranya mengangkat beberapa tokoh politik indonesia dalam struktur pemerintahan jepang di indonasia, seperti husein djajadiningrat, sutardjo kartohadikoesoemo, r m soerjo dan prof. Soepomo. Dan akhirnya karena merasa tertindas dan menderita oleh bangsa jepang maka bangsa indonesia mulai melakukan perlawanan terhadap jepang.dan kemenagan indonesia atas jepang menjadi kenyataan setelah kekuatan jepang melemah setelah kota hirosima dan nagasaki dihancurkan oleh sekutu yang pada akhirnya jepang mengalami kekalahan. F. ALOKASI WAKTU : 1 X 45 Menit G. METODE PEMBELAJARAN  Ceramah  Diskusi Kelompok  Tanya Jawab  Presentasi H. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN No Langkah-Langkah Alokasi Waktu 1. 2. 3. Kegiatan Awal A. Apresiasi. B. Guru menyampaikan topik tentang materi yang akan dipelajari. Kegiatan Inti A. Guru menjelaskan materi yang akan dibahas secara garis besar. B. Guru menjelaskan sambil mengadan Tanya jawab dengan siswa tentang materi yang akan dipelajari. C. Menjelaskan kembali pada siswa konsep-konsep penting yang belum jelas dan belum dipahami siswa. Penutup A. Kesimpulan : Siswa diarahkan untuk membuat kesimpulan materi yang diAjarkan B. Evaluasi : Guru memberikan tes lisan untuk mengetahui ketercapain proses pembelajaran C. Tugas 5 Menit 10 menit 15 Menit 30 Menit 10 Menit 15 Menit 15 Menit Kecakapan Akademik (kecakapan memahami dan mengkomunikasi konsep) Kecakapan mengembangkan diri (kesadaran potensi diri dalam mengambil keputusan) Kecakapan sosial I. ALAT / BAHAN / SUMBER BELAJAR  ALAT : Papan tulis, Kapur tulis / Spidol  Sumber Belajar : Buku Sejarah kelas XI/I   J. PENILAIAN Tekni Bentuk Instrumen Contoh Instrumen Alokasi Waktu Sumber Belajar  Tugas Individu  Unjuk Kerja  Tertulis  Diskusi  Buatlah latar belakang masuknya bangsa Eropa ke Indonesia  Analisa dan diskusikan tentang perkembangan agama dan kebudayaan Hindu-Budha di Indonesia. 1 x 45 Menit 1 x 45 Menit I Wayan Badrika 2006 sejarah untuk SMA, Jakarta Erlangga